Terabithia, Dunia Fantasi yang Penuh Keajaiban

IMG_20180707_144527.jpg

Assalammualaikum Wr Wb,

Hai readers! Di postingan kali ini aku mau menceritakan salah satu buku favoritku. Aku harap kalian senang membacanya, dan barangkali itu buku favorit kalian juga! Hehehe:)

Buku yang akan kubahas kali ini judulnya adalah Bridge To Terabithia (Jembatan Menuju Terabithia) dan sudah diterjemahkan ke 20 bahasa. Jenis buku yang menarik untuk dibaca semua umur, karena memiliki banyak pelajaran yang bisa dipetik. Bridge To Terabithia merupakan salah satu buah karya Katherine Paterson. Buku ini sudah mendapatkan banyak penghargaan. Di antaranya adalah:

  • Janusz Korczak Medal (Polandia) 1981
  • Silver Pencil Award (Belanda) 1981
  • Newbery Medal 1978
  • ALA Notable Children’s Books 1977
  • School Library Journal Best Book of 1977
  • Lewis Carroll Shelf Award, 1978
  • Le Grand Prix des Jeunes Lecturs (Prancis), 1986
  • 1986 Colorado Blue Spruce Young Adult Book Award

Buku fiksi anak ini juga sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Bridge To Terabithia yang sudah kubaca adalah terbitan Noura Books dan merupakan cetakan pertama (Desember 2016). Dengan tebal 236 halaman, buku ini nyaman untuk dibaca saat-saat santai.

Bridge To Terabithia bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Jesse Aarons atau Jess. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Jess memiliki dua kakak perempuan dan dua adik perempuan. Setiap pagi-pagi Jesse selalu berlatih lari di ladang sapi milik keluarganya. Karena Jess ingin menjadi pelari tercepat di kelas lima sekolahnya.

Sepanjang libur musim panas dia selalu berlatih lari untuk mewujudkan impiannya itu. Tiba-tiba datang Leslie Burke, seorang anak perempuan tomboy yang merebut gelar juara darinya. Dan sekarang anak baru itu menjadi tetangganya! Bahkan dengan cueknya, Leslie berusaha mendekati Jess. Akhirnya hati Jess mulai luluh dan memendam rasa kagum pada sahabat barunya itu.

Mereka sering bermain bersama. Dan bersama Leslie, Jess mendirikan Terabithia di sebuah hutan yang berada di seberang sungai. Terabithia merupakan dunia fantasi yang penuh keajaiban dan mereka menjadi raja-ratunya di sebuah kastel yang indah. Bersama Pangeran Terrien (P.T) mereka bertualang mengalahkan para raksasa jahat di Terabithia. Tidak hanya di dunia fantasi saja, tapi juga di dunia nyata. Seperti ketika menghadapi seorang anak kelas enam yang menyebalkan.

Dan pada hari dimana hujan turun deras, Jess pergi bersama Miss Edmund ke Washington. Miss Edmund adalah guru musik di sekolahnya dan merupakan guru favorit Jess. Mereka mengunjungi banyak tempat bersama-sama. Sayangnya hari yang riang itu ditutup dengan sebuah tragedi. Sebuah tali tua yang biasa Jess dan Leslie gunakan untuk berayun ke Terabithia rapuh. Seorang gadis cilik jatuh saat berayun menggunakan tali itu. Terabithia kehilangan ratunya.

Kelebihan dari novel ini adalah, cerita disampaikan dengan bahasa yang menyenangkan dan enak dibaca. Covernya juga bagus dan menarik dilihat. Sekalipun di dalam buku ini hanya ada sedikit ilustrasi, tapi kita tidak akan kesulitan membacanya. Katherine Paterson menulis cerita ini dengan alur yang santai dan membuat kita tertarik untuk terus membacanya.

Kekurangan dari novel ini adalah, tidak mendeskripsikan secara jelas bagaimana tragedi ketika Terabithia kehilangan ratu mereka. Tapi novel ini memiliki konflik yang menarik, apalagi dengan hadirnya beberapa karakter lain yang menambah seru cerita ini, seperti May Belle (salah satu adik perempuan Jess) ataupun Pangeran Terrien.

Sekian untuk review buku hari ini. Semoga kalian tertarik untuk membacanya. Dan terima kasih banyak untuk readers yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Aku sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai jumpa lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s