Ini Pengalamanku Mengikuti Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Resha (Bag. 2)

IMG_20171112_190117

Assalammualaikum Wr Wb,

Apa kabar semuanya? Yup! Sesuai janjiku di tulisan sebelumnya aku akan menceritakan kegiatan selanjutnya setelah makan siang. Yang di Wisma Hijau itu lho, inget nggak? Buat yang belum tahu, lebih baik segera membaca tulisanku yang sebelumnya. Biar enggak ada kesalahpahaman di antara kita*ceilah:v

Kenapa tulisan ini lagi-lagi terlambat? Sebab beberapa minggu kemudian setelah itu aku diserbu banyak kegiatan dari sekolah. Mulai dari Pensi (Pentas Seni), Perayaan hari guru sekaligus ulang tahun kepsek, dan pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester). Sekolahku juga mengadakan classmeet, pengambilan nilai rapot, dan perpisahan dengan kepsek lama. Dan tulisan ini pun sudah jadi jauh dari hari ini.

Ngomong-ngomong, sambil menunggu waktu dimulainya pelatihan lagi aku mengamati lingkungan sekitar lho! Lagian daripada mulutku kaku diajak mengabadikan senyum terus sama teman seperwakilan sekolah, alias diajak foto. Tempat ini sejuk karena kebetulan banyak pepohonan. Tata letak setiap gedung pun teratur dan tidak dengan arsitek sembarang. Jadi nama Wisma Hijau itu tempatnya benar-benar hijau. Sejuk sekali disana, apalagi banyak tempat duduk dengan payung berbentuk seperti kepala saung. Kalau ada waktu banyak, rasanya mau berkeliling tempat itu. Beberapa tanaman pun menghiasi tangga ataupun pagar teras di lantai atas.

Ada satu hiasan yang aku suka karena selain unik bisa dimanfaatkan dari barang-barang bekas. Yaitu sebuah ban yang dipotong dan dikreasikan menjadi pot tumbuhan. Ban itu dicat berwarna merah dan sedikit diputar-putar. Hiasan yang sangat unik dan menarik! Daripada ban-ban bekas ditumpuk dan dijadikan tempat membuang sampah, lebih baik dibuat hiasan seperti ini. Sudah pasti tidak akan dibuang, dan akan terus berguna.

IMG_20171106_123947

Oh ya, aku baru ingat! Jadi sebelum kami dipersilakan makan siang, kami diberikan kertas post it atau memo untuk ditulisi. Di kertas itu kami menuliskan apa saja yang kita dapat dari acara ini. Semacam kesan dan pesan. Setelah itu post it itu ditempelkan ke sebuah tiang tembok yang ada di tengah-tengah. Tembok yang tadinya kosong menjadi berwarna warni karena post it yang dibagikan tidak hanya satu warna. Isinya pun macam-macam, ada yang hanya satu kata, ada yang cukup banyak, bahkan ada yang promosi akun Instagram. Hahaha, kebiasaan kids zaman now buat mendapatkan follower banyak.

Setelah masuk ke ruangan lagi, kami dibagikan sebuah kertas. Semacam hasil printan dari presentasi di layar infokus. Jadi bisa kita corat-coret juga, untuk menambahkan isinya. Hadu, terasa seperti sedang kuliah hahaha.*penulis ini belum pernah melihat secara langsung kegiatan belajar saat kuliah.

Isi materinya keren banget! Ada mengenai hal penting dalam berkomunikasi, cara berkomunikasi yang baik dan masih banyak lagi. Kertasnya saja sampai ada ….. lembar! Dan sekarang sudah aku coret-coret, hehehe. Tentunya dengan coretan yang bermanfaat.

IMG_20171106_163206IMG_20171106_163655

Nyaman banget sih dengan semua ‘kemudahan’ ini. Disediakan notes dan pulpen, jadi tidak perlu khawatir bila lupa membawanya. Disediakan kertas presentasi, kami tidak perlu sibuk mencatat semua yang dipresentasikan, cukup menambahkan. Kalau haus, monggo di belakang tersedia minuman dan makanan juga. Jadi kami bisa fokus tanpa terganggu oleh konser di perut, mencatat jadi tidak mendengarkan, atau tenggorokan kering tapi mau nanya tapi serek. So, I believe it’s the good event. Dimana kami mendapat sangat banyak manfaat.

Hari menjelang siang atau tepatnya siang bolong, datanglah pembicara yang lainnya. Yaitu Bunda Elly, ibu Walikota Depok. Beliau membawakan materi mengenai permasalahan remaja dan cara mengatasinya. Dan dengan gaya khasnya, membagikan beberapa hadiah kecil tapi bermakna untuk anak-anak yang bisa menjawab atau melakukan perintahnya.

Ada seorang anak yang bisa mematahkan sebatang pensil hanya dengan satu jarinya, Bunda Elly langsung mengeluarkan dompet dari tas. Bunda satu ini memang terkenal hobi mendongeng dan berbagi hadiah lewat kuis seperti tadi. Ada saat dimana beliau bertanya apakah kita fokus? Sambil melempar beberapa buah jeruk ke peserta dan terus bertanya seperti itu.

Dan aku sangat kaget ketika sedang menyimak materinya tiba-tiba beliau mendekatiku dan bertanya, “Apa yang akan kamu lakukan bila kamu menjadi seorang korban bullying?” dan mengangsurkan microfon ke depan mulutku. Aku sangat panik dan kaget tapi segera kujawab dengan sedikit gemetar. “Aku akan berusaha tidak terlihat peduli dan bila mereka masih membullyku aku akan bertindak tegas dan menunjukkan aku tidak lemah.”

Tiba-tiba salah satu asistennya memberikan sebuah kotak dan Bunda Elly langsung memberikan kotak yang ternyata berisi gelas itu! Aku langsung menyalaminya tapi dengan sedikit grogi. Mendadak euphoria menyerangku, teman-teman di sekelilingku menepuk-nepuk punggungku. Senang rasanya bisa menjadi peserta acara ini, hahaha. Gelas atau mug itu bergambar wajah bapak dan ibu Walikota dengan tulisan, Depok Kota Ramah Anak. Gelas itu masih kusimpan sampai sekarang.

Acara masih berlanjut dengan hadiah-hadiah kecil lainnya. Bunda Elly juga sempat memutar lagu “Manusia Kuat”. Lagu dari Tulus itu dinyanyikan bersama-sama di dalam ruangan. Hari mulai sore, dan ternyata acara belum berakhir. Bunda Elly pamit, Kak Resha menggantikan lagi. Ada satu kegiatan penutup kecil acara hari ini.

Yaitu kami disuruh menggambar kembali dengan tema “Harapan Untuk Kota Depok”. Kami diberi satu karton beserta spidolnya. Kelompokku merencanakan kami akan menggambar sesuai ide masing-masing. Jadi dalam satu karton ada lima gambar, empat di depan dan satu di belakang.

Wuih abstrak sekali hasil gambarnya, tapi kami tetap senang karena mengerjakannya bersama. Setelah itu gambarnya akan kami presentasikan di depan Kak Resha. Sambil menunggu kelompok lain selesai, kami dipersilakan menikmati cemilan dan minuman di belakang.

Setelah aku perhatikan ternyata cukup banyak juga harapan mereka. Dengan ide yang unik-unik plus menarik. Ada yang menarik perhatianku, yaitu ada cukup banyak anak yang mengkampanyekan #depokbutuhgorbasket. Aku baru tahu kalau kota Depok kekurangan GOR Basket. Ada juga yang mengusulkan acara musik dan masih banyak lagi. Acara ditutup dengan senang hati. Aku memberanikan diri meminta foto bersama dengan Kak Resha dengan teman-temanku. Setelah itu kami pulang ke rumah dengan hati bahagia meskipun agak macet dan sampainya sudah malam.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Iklan

One thought on “Ini Pengalamanku Mengikuti Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Resha (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s