[Review Buku] Komik Detektif Conan

Detectiveconan

Assalammualaikum Wr Wb,

Halo teman-teman! Apakah kalian tahu sebuah komik berjudul “Detektif Conan”? Jika tahu, bagaimana menurut kalian isi komik tersebut? Rumit? Seru? Atau malah membosankan? Kalau menurutku, komik itu sangat seru dan keren! Yahh…meskipun aku belum membacanya secara lengkap dan berurutan. Komik Detektif Conan adalah salah satu komik favoritku selain komik Hai, Miiko! Dan salah satu buku bacaan yang tengah sering kubaca.

Komik itu membahas tentang penyelesaian kasus-kasus oleh Conan Edogawa atau Shinichi Kudo yang mengecil. Mulai dari kasus pembunuhan, perampokan, sampai penyelidikannya bersama FBI pada sebuah organisasi pria berjubah hitam. Kalau kalian sudah pernah membaca komiknya, tentu kalian tahu apa yang terjadi pada Shinichi Kudo dan beberapa deskripsi tokoh lain. Jadi maaf ya aku tidak bisa membahas soal itu untuk saat ini.

Conan sering ikut dengan Detektif Mouri yang seorang detektif swasta. Sehingga ia bisa mencari informasi lebih banyak tentang organisasi pria berjubah hitam. Tapi, setiap menyelesaikan kasus-kasus Conan Edogawa tidak selalu sendirian. Terkadang ia dibantu oleh seorang detektif SMA dari Osaka, yaitu Heiji Hattori anak seorang kepala kepolisian di sana. Shinichi Kudo yang mengecil harus menjalani kehidupannya sebagai anak kelas satu. Tapi meskipun begitu, kecerdasan otaknya masih sama. Ia dan Heiji sama-sama detektif SMA tapi sekarang ia harus bergabung dengan grup detektif cilik yang beranggotakan Genta, Mitsuhiko, Ayumi, dan Ai.

Ai Haibara atau Ai adalah seorang anggota organisasi pria berjubah hitam yang juga mengecil karena meminum racun yang sama dengan Shinichi Kudo untuk kabur dari organisasi tersebut. Sampai sekarang pun ia masih meracik penawar racun APTX 4869. Dia juga memiliki seorang kakak perempuan yang juga anggota organisasi pria berjubah hitam. Namun kakaknya dibunuh karena mau keluar dari organisasi.

Ada seorang detektif SMA lagi yang merupakan siswi baru di SMA Teitan atau sekolah Shinichi dulu. Yaitu Masumi Sera. Penampilannya yang seperti anak laki-laki membuat orang sering salah paham. Sera merupakan adik dari Shuichi Akai dan ia memiliki satu orang kakak lagi yang sayangnya belum kuketahui siapa orangnya. Sera jago dalam bela diri jeet kune do, menurut pengamatanku Sera diajarkan jeet kune do oleh Kak Shu atau Shuichi Akai. Karena aku pernah menonton Detektif Conan Movie berjudul The Darkest Nightmare. Dan disana ada adegan dimana Akai bertarung dengan gerakan seperti gerakan jeet kune do.

IMG-20170826-WA0005

IMG-20170826-WA0006 (1)

Membaca komik Detektif Conan membuatku menyukai misteri-misteri semacam itu. Meskipun belum bisa memecahkan teka-teki yang rumit. Aku jadi suka menganalis-analisis bila ada temanku yang sedang mempunyai masalah dengan temannya atau barangnya hilang. Sebagian analisisku benar, sebagian lagi melenceng jauh. Aku juga suka menebak-nebak segala sesuatu, seperti misalnya keadaan emosi temanku atau kegiatan yang tengah dilakukan temanku. Kebetulan teman-temanku terkadang suka curhat padaku, jadi aku bisa berlatih menganalisis dengan benar. Begitulah.

Terkadang beberapa kasus di komik itu memakai trik ilmu pengetahuan. Contohnya di volume 59, ada sebuah kasus pembunuhan yang memakai hukum kelembaman. Kebetulan di kelas delapan ini aku belajar tentang Hukum 1, 2, dan 3 Newton jadi bisa cepat menganalisis trik pembunuhan tersebut. Jadi sambil membaca komik aku bisa belajar juga, hehehe.

Tokoh-tokoh favoritku adalah Shinichi Kudo tentu saja, Masumi Sera, dan Shuichi Akai (Sniper terbaik FBI). Mereka bertiga sangat hebat dan bisa diandalkan. Shinichi atau dalam versi kecilnya Conan bisa menganalisis dan segalanya dengan cepat dan teliti. Analisisnya selalu selangkah lebih maju daripada Heiji dan lebih mudah dimengerti. Sera sangat hebat dalam jeet kune do, meskipun masih lebih hebat kakaknya. Analisisnya hampir bisa menyamai Shinichi dan mirip dengan Heiji. Sementara Akai merupakan sniper yang sangat hebat, ia hampir selalu bisa mengenai sasarannya. Meskipun terkesan agak santai, ia bisa menebak setiap gerak-gerik organisasi pria berbaju hitam. Akai juga sangat hebat dan memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam jeet kune do. Aku juga menyukai setiap baju yang dipakai Sera, Akai, dan Shinichi karena selalu terlihat keren, bergaya, tapi simple.

Aku memiliki teman bernama Zahra di kelas delapan ini, ia juga menyukai komik Detektif Conan sepertiku. Aku pun mendapatkan beberapa seri film Detektif Conan Movie darinya. Tokoh favoritnya adalah Kaito Kid atau Kid si pencuri. Kaito Kid adalah pencuri yang selalu mencuri permata atau berlian. Berdasarkan hasil penjelasan Aoyama Gosho atau komikus komik Detektif Conan, Kaito Kid sebenarnya seorang anak SMA juga sama seperti Shinichi. Kid dan Conan yang sebenarnya adalah lawan sering juga saling bekerja sama. Seperti pada kasus di kereta Bell Tree, Kid menyamar menjadi Ai dewasa untuk membantu Conan melindungi Ai yang asli dari tangkapan anggota organisasi pria berbaju hitam. Tentu saja Kid bisa kabur berkat alat terbangnya. Sebagai balasannya, Conan membiarkan Kid kabur tapi akan tetap menangkapnya suatu saat.

Oh ya, aku punya satu tokoh favorit lagi, yaitu Matsuda. Dia merupakan seorang anggota kepolisian yang mati saat menjalankan tugasnya. Sebenarnya ia bisa saja menjinakkan bom, tapi demi memberitahu sebuah informasi pada rekannya, ia rela mati dalam ledakan. Meskipun gayanya santai, cuek, berantakan, dan terkesan semaunya tapi Matsuda sangat bisa diandalkan.

Nah, cukup sekian dulu pembahasan kita tentang komik Detektif Conan. Eits, jangan kecewa dulu guys! Insya Allah aku akan melanjutkan pembahasan ini. So, tunggu saja bagian keduanya. Untuk sementara, aku akan mengumpulkan lebih banyak info lagi supaya bisa lebih banyak lagi yang kuberitahu di sini. Jika kamu merasa kurang nyambung dengan pembahasan ini, apalagi yang kamu tunggu? Ikut membaca komiknya juga dong!*ehehe promosi komik:v

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisanku. Aku akan sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah Kuartanegara

Iklan

2 thoughts on “[Review Buku] Komik Detektif Conan

  1. Kka lihat biodata kamu trnyata kita beda 10 tahun ya.
    Pantes kamu belum baca semua chapter detektif conan yang sekarang sudah sampai 1007.
    Kka juga termasuk fans setia komik ini (iyalah sampai chapter terbaru masih diikuti), tapi sebenarnya kka yakin fans Conan yang seusia kka mungkin tinggal sedikit. Kka juga gk bisa bilang kalau kka penyuka sejati DC ya soalnya beberapa chapter gk kka baca terlalu serius, cuma lihat gambarnya doang dan kka yakin banyak seangkatan kka yg melakukan ini. Cuma lihat progressnya doang, gk begitu meresapi isi ceritanya. Kenapa? Karena DC ini sudah TERLALU SANGAT BERTELE-TELE dek. Kka yang awalnya seneng lama-lama emosi juga bacanya. Ceritanya nggak fokus. Kalau memang Conan mau ngejar B.O harusnya dia focus ngejar (kayak L yang serius mengejar Kira di Death Note).
    Tapi yg ada malahan Conan bakal nemu kasus yg berhubungan dengan BO secara tidak sengaja, baru deh dia heboh ngejar. Kalau memang dia mau fokus mengejar B.O, dia totalitas masuk ke FBI terus cari tahu itu B.O.
    Ini terlalu bertele-tele karena alur cerita Conan jadi pecah kemana-mana. Yang cintalah, Black Organisation lah, Kaito Kid lah, kasus sehari-hari lah, tapi satupun belum ada menemukan titik terang 😒

    Disukai oleh 1 orang

    • Hehe aku memang belum baca sampai volume terakhir itu. Oh iya? Kalau kata kakakku yg kebetulan jg jaraknya sepuluh tahun DC emang udah enggak terlalu seru lagi sih. Menurut beberapa volume yg udah aku baca, betul memang kasusnya mulai tidak sesegar beberapa volume sebelumnya. Tapi masih ada kok beberapa kasus yg menarik, aku baru baca sampai volume 90an itupun bolong-bolong.
      Menurut kakak volume berapa aja yg seru? Ngomong-ngomong betul enggak sih kasus DC yg di kereta Bell Tree itu referensi dari novel Agatha Christie? Temen aku bilang ada film baru judulnya “Murder On The Orient Express”. Dan dari sinopsisnya, lumayan mirip sama salah satu kasus DC di kereta Bell Tree.
      Kalau tentang isi cerita yg bertele-tele, mungkin aja ada maksud tertentu dari si penulis. Sayang banget aku belum baca sampai selesai jadi enggak bisa komentar banyak😞😞

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s