Pengalaman Menggunakan Fitur Hidup Sehat, Yuk Dari Aplikasi Ruangguru

IMG-20181103-WA0009(1)

Assalammualaikum Wr Wb,

Apa kabarnya, readers ? Dua bulan lagi kan mau tahun baru, semoga sehat-sehat semua ya 🙂 . Setelah sekian purnama, aku baru menyapa lagi nih. Penginnya sih menyapa tiap bulan, apa daya kesibukanku di sekolah selalu membuat aku harus menunda untuk posting blog-ku.

Kali ini aku pengin me-review aplikasi Ruangguru yang lagi naik daun di kalangan pelajar. Ruangguru merupakan aplikasi belajar interaktif dengan berbagai pilihan materi belajar yang asyik, misalnya video, rangkuman soal, infografis, soal-soal latihan dan kamu bisa ikut try-out online juga lho. 

Untuk men-download aplikasi Ruangguru bisa melalui Google playstore atau iOs Appstore. Setelah ikon Ruangguru muncul pada layar gadget, klik ikon, kemudian akan muncul tampilan home dari aplikasi Ruangguru. Gampang dong, ya ? Ini lho tampilannya.

IMG_20181103_225411

Supaya kamu bisa mengakses seluruh layanan Ruangguru, kamu harus mendaftar ya. Ada 2 pilihan untuk mendaftar, bisa melalui e-mail atau menggunakan akun facebook kamu.

Aku sendiri sudah download dan mendaftar. Yang aku dan teman-teman suka dari aplikasi Ruangguru yaitu :

  1. Bisa belajar dimana saja dari gadget
  2. Mudah download
  3. Kapasitas aplikasi tidak memakan banyak tempat
  4. Pelajar punya pilihan untuk belajar dengan video atau berupa teks
  5. Mudah digunakan
  6. Gratis

Tak heran ya dengan 6 kelebihan di atas, aplikasi ini jadi favorit banget buat belajar. Dulu jamannya kakak-kakakku sekolah untuk belajar ya harus ke sekolah atau di luar itu mengikuti bimbingan belajar di suatu tempat.

Sekarang, selain belajar di sekolah, aku bisa belajar dengan Ruangguru. Lagi menunggu ojek online datang, aku bisa membaca materi pelajaran. Atau, lagi jam kosong di dalam kelas bisa dipergunakan untuk membaca informasi yang ada di Ruangguru.

Hidup Lebih Sehat dengan Fitur Hidup Sehat, Yuk

Sejak tanggal 22 Juli 2018, aplikasi Ruangguru punya fitur baru yaitu Hidup Sehat, Yuk. Fitur ini merupakan kerjasama antara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dengan PT. Indofood Tbk.

Dengan adanya fitur Hidup Sehat, Yuk pada aplikasi Ruangguru, diharapkan anak-anak Indonesia dapat mengetahui cara untuk hidup sehat melalui topik-topik yang tersedia.

Untuk bisa menggunakan fitur Hidup Sehat, Yuk adalah sebagai berikut :

lomba blog Ruangguru

Dari halaman depan aplikasi Ruangguru, aku memilih ruangbelajar, kemudian memilih Kelas IX K13 Revisi. Pada layar gadget akan muncul kotak warna-warni mata pelajaran. Pilih kotak berwarna merah muda Hidup Sehat, Yuk.

Ada 4 topik diantaranya :

  1. Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)
  2. Anemia Pada Remaja
  3. Gizi Seimbang
  4. Kesehatan Remaja

Dalam 4 topik terdapat 21 misi atau materi yang harus kamu pelajari. Setiap topik terdiri dari berbagai materi berupa video animasi, kuis, rangkuman, kuis akhir dan rangkuman akhir. Untuk bisa mengerjakan kuis, kamu harus mempelajari kontennya dulu ya 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Foto-foto di atas merupakan saat aku mendaftar dan mempelajari materi melalui video animasi Ruangguru. Kini, saatnya menjawab pertanyaan kuis demi kuis.

IMG-20181103-WA0005IMG-20181103-WA0007

Beberapa kali aku sempat salah menjawab nih 😦 Aku tak putus semangat. Aku lanjutkan lagi mengisi kuis hingga akhirnya muncul tanda centang besar berwarna hijau …. Misi ini Selesai. Yeay, alhamdulillah. Selanjutnya aku pindah ke topik dan misi lainnya.

Dengan membaca topik demi topik dan mengerjakan berbagai misi, aku gak merasa lagi belajar lho. Enjoy banget. Karena, materi disampaikan dengan video animasi yang padat informasi dan aku juga suka dengan infografis Ruangguru.

 

Nah, gimana setelah membaca review-ku di atas ? Jangan ditunda lagi. Mulai Hidup Sehat Yuk bersama aplikasi Ruangguru. Buruan download dan tonton video animasinya ya.

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Iklan

Terabithia, Dunia Fantasi yang Penuh Keajaiban

IMG_20180707_144527.jpg

Assalammualaikum Wr Wb,

Hai readers! Di postingan kali ini aku mau menceritakan salah satu buku favoritku. Aku harap kalian senang membacanya, dan barangkali itu buku favorit kalian juga! Hehehe:)

Buku yang akan kubahas kali ini judulnya adalah Bridge To Terabithia (Jembatan Menuju Terabithia) dan sudah diterjemahkan ke 20 bahasa. Jenis buku yang menarik untuk dibaca semua umur, karena memiliki banyak pelajaran yang bisa dipetik. Bridge To Terabithia merupakan salah satu buah karya Katherine Paterson. Buku ini sudah mendapatkan banyak penghargaan. Di antaranya adalah:

  • Janusz Korczak Medal (Polandia) 1981
  • Silver Pencil Award (Belanda) 1981
  • Newbery Medal 1978
  • ALA Notable Children’s Books 1977
  • School Library Journal Best Book of 1977
  • Lewis Carroll Shelf Award, 1978
  • Le Grand Prix des Jeunes Lecturs (Prancis), 1986
  • 1986 Colorado Blue Spruce Young Adult Book Award

Buku fiksi anak ini juga sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Bridge To Terabithia yang sudah kubaca adalah terbitan Noura Books dan merupakan cetakan pertama (Desember 2016). Dengan tebal 236 halaman, buku ini nyaman untuk dibaca saat-saat santai.

Bridge To Terabithia bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Jesse Aarons atau Jess. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Jess memiliki dua kakak perempuan dan dua adik perempuan. Setiap pagi-pagi Jesse selalu berlatih lari di ladang sapi milik keluarganya. Karena Jess ingin menjadi pelari tercepat di kelas lima sekolahnya.

Sepanjang libur musim panas dia selalu berlatih lari untuk mewujudkan impiannya itu. Tiba-tiba datang Leslie Burke, seorang anak perempuan tomboy yang merebut gelar juara darinya. Dan sekarang anak baru itu menjadi tetangganya! Bahkan dengan cueknya, Leslie berusaha mendekati Jess. Akhirnya hati Jess mulai luluh dan memendam rasa kagum pada sahabat barunya itu.

Mereka sering bermain bersama. Dan bersama Leslie, Jess mendirikan Terabithia di sebuah hutan yang berada di seberang sungai. Terabithia merupakan dunia fantasi yang penuh keajaiban dan mereka menjadi raja-ratunya di sebuah kastel yang indah. Bersama Pangeran Terrien (P.T) mereka bertualang mengalahkan para raksasa jahat di Terabithia. Tidak hanya di dunia fantasi saja, tapi juga di dunia nyata. Seperti ketika menghadapi seorang anak kelas enam yang menyebalkan.

Dan pada hari dimana hujan turun deras, Jess pergi bersama Miss Edmund ke Washington. Miss Edmund adalah guru musik di sekolahnya dan merupakan guru favorit Jess. Mereka mengunjungi banyak tempat bersama-sama. Sayangnya hari yang riang itu ditutup dengan sebuah tragedi. Sebuah tali tua yang biasa Jess dan Leslie gunakan untuk berayun ke Terabithia rapuh. Seorang gadis cilik jatuh saat berayun menggunakan tali itu. Terabithia kehilangan ratunya.

Kelebihan dari novel ini adalah, cerita disampaikan dengan bahasa yang menyenangkan dan enak dibaca. Covernya juga bagus dan menarik dilihat. Sekalipun di dalam buku ini hanya ada sedikit ilustrasi, tapi kita tidak akan kesulitan membacanya. Katherine Paterson menulis cerita ini dengan alur yang santai dan membuat kita tertarik untuk terus membacanya.

Kekurangan dari novel ini adalah, tidak mendeskripsikan secara jelas bagaimana tragedi ketika Terabithia kehilangan ratu mereka. Tapi novel ini memiliki konflik yang menarik, apalagi dengan hadirnya beberapa karakter lain yang menambah seru cerita ini, seperti May Belle (salah satu adik perempuan Jess) ataupun Pangeran Terrien.

Sekian untuk review buku hari ini. Semoga kalian tertarik untuk membacanya. Dan terima kasih banyak untuk readers yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Aku sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai jumpa lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Grand Opening ADA Store, Butik Masa Kini yang Keren Banget!

IMG_20180310_120811

Assalammualaikum Wr Wb,

Halo kawan-kawan! Apa kabar? Aku mau menceritakan pengalamanku menghadiri launching sebuah butik bersama kakakku pada hari Sabtu, 10 Maret 2018. Yaitu acara Grand Opening ADA Store di D’Mall Depok. ADA Store merupakan butik masa kini yang menyediakan berbagai jenis pakaian untuk perempuan dan laki-laki. Dari luar sudah terlihat suasana toko yang nyaman tapi keren. Dan begitu aku memasuki toko bergaya modern ini, mataku dimanjakan oleh beragam pakaian yang keren dan fashionable.

Toko ini secara tidak langsung terbagi menjadi dua bagian, bagian kanan (dari arah pintu masuk) bagian untuk para perempuan dan bagian kiri untuk para laki-laki. Sekalipun begitu, setiap bagian tidak selalu didominasi oleh pakaian laki-laki atau perempuan saja.

IMG_20180310_120245

Ada banyak kemeja dan kaos keren untuk para laki-laki. Ada juga denim jacket yang sedang digemari anak muda dan tersedia untuk perempuan dan laki-laki. Atau kalau kata kakakku, jaket dilan:v. Dan juga ada jaket bomber yang memiliki corak-corak keren. Dan tidak hanya kemeja atau jaket saja yang tersedia. Di sini juga tersedia celana jeans dan beberapa pakaian laki-laki lainnya.

Untuk para perempuan ada banyak banget jenis baju yang bisa kalian pilih. Mulai dari kaos dengan desain lucu-lucu, blouse yang bikin kita terlihat elegan, outer yang kece-kece, baju terusan yang membuat kita kelihatan lebih manis. Tapi buat yang suka menemani para kaum hawa belanja, enggak usah khawatir akan menunggu lama di toko karena banyaknya pilihan bagus dan bikin para kaum hawa ini jadi dilema:v. Sebab di sini ada para penjaga toko yang ramah-ramah dan dengan senang hati membantu kita mencari pakaian yang cocok, mencari tahu soal harga, dan sebagainya. Serta hampir di setiap sudut toko terdapat cermin besar untuk bercermin.

IMG_20180310_115807

Pakaian disini memiliki harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp 69.000 s/d Rp 350.000an. Di launching ADA Store ini kami juga dihibur oleh penampilan Modern Dance hingga Accoustic Band di pembukaannya. Juga ada diskon di launching toko ini. Diskonnya dimulai dari 20% hingga 70%. Ada sebuah program baru di launching ADA Store ini, yaitu voucher gratis untuk 50 pengunjung pertama saat Grand Opening Ada Store berlangsung. Tentu saja tidak termasuk para blogger dan vlogger karena sudah mendapat bagiannya sendiri.

IMG_20180310_115702

Acara dimulai dengan pembukaan dari seorang manajemen D’Mall Depok dan pihak ADA Store. Lalu penampilan dari dancer, lantas gunting pita tanda ADA Store telah dibuka secara resmi di D’Mall Depok. Setelah itu para pengunjung termasuk kami para rekan blogger dan vlogger segera masuk dan memilih-milih pakaian di sana.

Wuih kurang seneng apa coba, sudah dikasih voucher dapat diskon pula, hehehe:v. Seperti yang kukatakan tadi, di sini kami dibantu oleh para penjaga toko juga dalam mencari tahu baju yang mana yang diskon dan yang tidak. Di sini juga ada ruang ganti dengan seorang penjaganya di depan. Nyaman banget deh pokoknya!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Aku sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan yang lebih baik selanjutnya. Jangan lupa membaca tulisanku yang lain ya!

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

[Review Film] Meet Me After Sunset, Setiap Hati Memilih Cahayanya Sendiri

IMG-20180224-WA0001Assalammualaikum Wr Wb,

Hi Guys! Kali ini aku mau membagi pengalamanku kemarin setelah nonton bareng film berjudul “Meet Me After Sunset” hasil garapan sutradara Danial Rifki. Film bergenre romance itu boleh ditonton oleh remaja seusia kita atau 13 ke atas. Karena tidak ada adegan yang kurang pantas untuk dilihat.

Minggu lalu kakakku mengajak nobar premiere MMAS (Meet Me After Sunset). Semakin seru karena aku bisa mengajak beberapa orang temanku dan 2 orang yang beruntung adalah Zahra dan Eca. Kebetulan mereka memang sudah tertarik saat melihat trailer filmnya. Jadi kami putuskan pergi hari Kamis, 22 Februari 2018 atau hari perilisan film itu di bioskop. Kami bertiga berangkat dari sekolah langsung saat bel pulang berbunyi dan kakakku akan menyusul dari rumah.

Film ini bercerita tentang kepindahan Vino yang diperankan oleh Maxime Bouttier ke sebuah desa di Ciwedey. Vino yang merupakan bekas anak Jakarta, merasa sedikit kesal harus pindah. Sampai suatu hari ia bertemu dengan perempuan unik yang cantik bernama Gadis yang diperankan oleh Agatha Chelsea. Namun, di sisi Gadis ada seorang petugas penangkaran rusa bernama Bagas yang diperankan oleh Billy Davidson yang selalu menemani Gadis di antara kesepiannya.

Pertemuan mereka bertiga menghasilkan banyak cerita. Impian-impian Gadis satu persatu terwujud karena semangat Vino untuk menyenangkan hati Gadis yang sering terlihat murung. Karena sifatnya yang jenaka, Gadis juga menjadi lebih kuat dalam menghadapi kekurangannya. Kehadiran Bagas yang hangat dan pengertian mulai terabaikan.

Mereka melalui banyak hal, mulai dari pertengkaran-pertengkaran karena kesalahpahaman hingga kebahagiaan atas terwujudnya impian. Hingga suatu hari,

“Bagas sayang Gadis.”

“Jadi Gadisku ya?”

Pernyataan dan pertanyaan yang sama-sama mengharapkan kepastian. Tapi ketika Gadis memberi jawaban, sayang semesta tidak merestukan. Apa yang terjadi? Siapa yang dipilih Gadis, untuk menjadi cahaya yang membuat hidupnya lebih terang dan berwarna?

timthumb

Picture :Google Search

Dan akhirnya film ini terus berhasil membuatku terkejut, endingnya enggak ketebak. Dari yang dibuat seneng dulu, terus ditabrak deh pake realita, terus dibuat seneng lagi, dibuat kaget, intinya kalau kata temenku film ini bikin nyesek terus, kayak lagi naik rollercoaster hehehe:v.

Maxime Bouttier sangat cocok dengan peran Vino, terlihat alami dan cadel yang kadang terdengar saat berbicara menambah kejenakaan sosok Vino. Ditambah ia juga memiliki teman di sekolah barunya yang bernama Dadang (Yudha Keling) seorang vlogger yang percaya kalau dia sama kerennya dengan Vino dan selalu berhasil membuat Vino tertawa.

Agatha Chelsea berhasil mendapatkan setiap ekspresi Gadis. Sosok Gadis terasa semakin hidup, dengan kesendiriannya di malam hari, perempuan yang memiliki banyak impian yang terasa tak mungkin diwujudkan, wajahnya yang terlihat polos dengan mata yang menampakkan banyaknya impian yang dimilikinya.

Billy Davidson juga berhasil memerankan sosok Bagas yang hangat dan pengertian. Sikap kaku dan dingin pada Vino juga berhasil didapatnya. Bagas ibaratkan sosok laki-laki dewasa yang memiliki kriteria sebagai kakak sekaligus sahabat setia Gadis. Chemistry antara mereka bertiga dapet banget. Di sini juga banyak tokoh yang diperankan oleh aktor aktris senior seperti Orangtuanya Vino, Nininya Bagas, dan masih banyak tokoh lain yang menambah serunya film ini.

Sungguhan, kami bertiga (Aku, Zahra, Eca) sangat menikmati film ini dari awal hingga akhir. Perdebatan di dalam bioskop yang terus berlanjut di antara kami bertiga tentang tim Bagas atau Tim Vino. Eca Tim Vino, menjadi yang paling sedih di bioskop. Zahra Tim Bagas, yang terkadang suka ragu pengen jadi tim Vino.

Aku? Sebagai penonton yang baik, aku memilih komposisi dari dua-duanya:v. Just Kidding, sebenarnya masih tangtingtung tapi tampaknya pilihanku jatuh ke Tim Gadis (Lho?). Udah deh, lebih baik kalian cepet nonton dan rekomendasi ke aku mendingan milih tim siapa? Hasil hitungan saat ini sih 90% Tim Bagas dan sisanya, 88% Tim Vino. Bukan masalah siapa yang bakal kupilih, tapi yang jadi masalah adalah gimana cara kalian bilang ke aku kalau 90% itu sisanya bukan 88%.

By the way ada beberapa adegan favoritku, dan tenang aja enggak pakai spoiler kok!

  1. “Aku Vampir” Dua kata ini tampaknya akan menjadi kalimat legend terbaru bulan ini
  2. “Ups, elo nggak tahu apa isi buku ini? Sorry man, ternyata bukan elo doang yang tahu semua tentang Gadis. Gue udah baca buku ini, jadi gue titip buku ini ya untuk Gadis.” Dialog tepatnya gimana aku nggak inget, tapi pastinya scene ini favorit banget! Good Job Vino!
  3. “Nice Bike/Jangan lupa ganti oli/Ngomong-ngomong Motornya keren.” Semua dialog tentang pujian Vino buat motor Bagas itu jadi adegan favoritku juga karena terdengar santai tapi terkadang terdengar sarkas.
  4. “Bagas sayang Gadis.” So pasti yang ini kelihatannya akan jadi kalimat legend baru juga:v
  5. Qoutes-qoutes kece topan yang ngalahin badai ujan. Banyak scene yang pantes dijadiin qoutes. Saking banyaknya yang keren aku menyesal kenapa milih bioskop yang gelap (eh:v) jadi enggak bisa mencatat di buku.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Terima kasih untuk Kak Mayo yang udah ngajak aku nonton premiere MMAS, untuk Eca dan Zahra yang sudah mau menemani nobar. Terima kasih untuk para crew film Meet Me After Sunset serta para aktor dan aktris yang telah membuat peran kalian semakin hidup.

Aku sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Ini Pengalamanku Mengikuti Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Resha (Bag. 2)

IMG_20171112_190117

Assalammualaikum Wr Wb,

Apa kabar semuanya? Yup! Sesuai janjiku di tulisan sebelumnya aku akan menceritakan kegiatan selanjutnya setelah makan siang. Yang di Wisma Hijau itu lho, inget nggak? Buat yang belum tahu, lebih baik segera membaca tulisanku yang sebelumnya. Biar enggak ada kesalahpahaman di antara kita*ceilah:v

Kenapa tulisan ini lagi-lagi terlambat? Sebab beberapa minggu kemudian setelah itu aku diserbu banyak kegiatan dari sekolah. Mulai dari Pensi (Pentas Seni), Perayaan hari guru sekaligus ulang tahun kepsek, dan pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester). Sekolahku juga mengadakan classmeet, pengambilan nilai rapot, dan perpisahan dengan kepsek lama. Dan tulisan ini pun sudah jadi jauh dari hari ini.

Ngomong-ngomong, sambil menunggu waktu dimulainya pelatihan lagi aku mengamati lingkungan sekitar lho! Lagian daripada mulutku kaku diajak mengabadikan senyum terus sama teman seperwakilan sekolah, alias diajak foto. Tempat ini sejuk karena kebetulan banyak pepohonan. Tata letak setiap gedung pun teratur dan tidak dengan arsitek sembarang. Jadi nama Wisma Hijau itu tempatnya benar-benar hijau. Sejuk sekali disana, apalagi banyak tempat duduk dengan payung berbentuk seperti kepala saung. Kalau ada waktu banyak, rasanya mau berkeliling tempat itu. Beberapa tanaman pun menghiasi tangga ataupun pagar teras di lantai atas.

Ada satu hiasan yang aku suka karena selain unik bisa dimanfaatkan dari barang-barang bekas. Yaitu sebuah ban yang dipotong dan dikreasikan menjadi pot tumbuhan. Ban itu dicat berwarna merah dan sedikit diputar-putar. Hiasan yang sangat unik dan menarik! Daripada ban-ban bekas ditumpuk dan dijadikan tempat membuang sampah, lebih baik dibuat hiasan seperti ini. Sudah pasti tidak akan dibuang, dan akan terus berguna.

IMG_20171106_123947

Oh ya, aku baru ingat! Jadi sebelum kami dipersilakan makan siang, kami diberikan kertas post it atau memo untuk ditulisi. Di kertas itu kami menuliskan apa saja yang kita dapat dari acara ini. Semacam kesan dan pesan. Setelah itu post it itu ditempelkan ke sebuah tiang tembok yang ada di tengah-tengah. Tembok yang tadinya kosong menjadi berwarna warni karena post it yang dibagikan tidak hanya satu warna. Isinya pun macam-macam, ada yang hanya satu kata, ada yang cukup banyak, bahkan ada yang promosi akun Instagram. Hahaha, kebiasaan kids zaman now buat mendapatkan follower banyak.

Setelah masuk ke ruangan lagi, kami dibagikan sebuah kertas. Semacam hasil printan dari presentasi di layar infokus. Jadi bisa kita corat-coret juga, untuk menambahkan isinya. Hadu, terasa seperti sedang kuliah hahaha.*penulis ini belum pernah melihat secara langsung kegiatan belajar saat kuliah.

Isi materinya keren banget! Ada mengenai hal penting dalam berkomunikasi, cara berkomunikasi yang baik dan masih banyak lagi. Kertasnya saja sampai ada ….. lembar! Dan sekarang sudah aku coret-coret, hehehe. Tentunya dengan coretan yang bermanfaat.

IMG_20171106_163206IMG_20171106_163655

Nyaman banget sih dengan semua ‘kemudahan’ ini. Disediakan notes dan pulpen, jadi tidak perlu khawatir bila lupa membawanya. Disediakan kertas presentasi, kami tidak perlu sibuk mencatat semua yang dipresentasikan, cukup menambahkan. Kalau haus, monggo di belakang tersedia minuman dan makanan juga. Jadi kami bisa fokus tanpa terganggu oleh konser di perut, mencatat jadi tidak mendengarkan, atau tenggorokan kering tapi mau nanya tapi serek. So, I believe it’s the good event. Dimana kami mendapat sangat banyak manfaat.

Hari menjelang siang atau tepatnya siang bolong, datanglah pembicara yang lainnya. Yaitu Bunda Elly, ibu Walikota Depok. Beliau membawakan materi mengenai permasalahan remaja dan cara mengatasinya. Dan dengan gaya khasnya, membagikan beberapa hadiah kecil tapi bermakna untuk anak-anak yang bisa menjawab atau melakukan perintahnya.

Ada seorang anak yang bisa mematahkan sebatang pensil hanya dengan satu jarinya, Bunda Elly langsung mengeluarkan dompet dari tas. Bunda satu ini memang terkenal hobi mendongeng dan berbagi hadiah lewat kuis seperti tadi. Ada saat dimana beliau bertanya apakah kita fokus? Sambil melempar beberapa buah jeruk ke peserta dan terus bertanya seperti itu.

Dan aku sangat kaget ketika sedang menyimak materinya tiba-tiba beliau mendekatiku dan bertanya, “Apa yang akan kamu lakukan bila kamu menjadi seorang korban bullying?” dan mengangsurkan microfon ke depan mulutku. Aku sangat panik dan kaget tapi segera kujawab dengan sedikit gemetar. “Aku akan berusaha tidak terlihat peduli dan bila mereka masih membullyku aku akan bertindak tegas dan menunjukkan aku tidak lemah.”

Tiba-tiba salah satu asistennya memberikan sebuah kotak dan Bunda Elly langsung memberikan kotak yang ternyata berisi gelas itu! Aku langsung menyalaminya tapi dengan sedikit grogi. Mendadak euphoria menyerangku, teman-teman di sekelilingku menepuk-nepuk punggungku. Senang rasanya bisa menjadi peserta acara ini, hahaha. Gelas atau mug itu bergambar wajah bapak dan ibu Walikota dengan tulisan, Depok Kota Ramah Anak. Gelas itu masih kusimpan sampai sekarang.

Acara masih berlanjut dengan hadiah-hadiah kecil lainnya. Bunda Elly juga sempat memutar lagu “Manusia Kuat”. Lagu dari Tulus itu dinyanyikan bersama-sama di dalam ruangan. Hari mulai sore, dan ternyata acara belum berakhir. Bunda Elly pamit, Kak Resha menggantikan lagi. Ada satu kegiatan penutup kecil acara hari ini.

Yaitu kami disuruh menggambar kembali dengan tema “Harapan Untuk Kota Depok”. Kami diberi satu karton beserta spidolnya. Kelompokku merencanakan kami akan menggambar sesuai ide masing-masing. Jadi dalam satu karton ada lima gambar, empat di depan dan satu di belakang.

Wuih abstrak sekali hasil gambarnya, tapi kami tetap senang karena mengerjakannya bersama. Setelah itu gambarnya akan kami presentasikan di depan Kak Resha. Sambil menunggu kelompok lain selesai, kami dipersilakan menikmati cemilan dan minuman di belakang.

Setelah aku perhatikan ternyata cukup banyak juga harapan mereka. Dengan ide yang unik-unik plus menarik. Ada yang menarik perhatianku, yaitu ada cukup banyak anak yang mengkampanyekan #depokbutuhgorbasket. Aku baru tahu kalau kota Depok kekurangan GOR Basket. Ada juga yang mengusulkan acara musik dan masih banyak lagi. Acara ditutup dengan senang hati. Aku memberanikan diri meminta foto bersama dengan Kak Resha dengan teman-temanku. Setelah itu kami pulang ke rumah dengan hati bahagia meskipun agak macet dan sampainya sudah malam.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah

Ini Pengalamanku Mengikuti Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Resha

 

IMG-20171106-WA0002

Assalammualaikum Wr Wb,

Halo para pembaca setia! Untuk kedua kalinya aku mendapat dispensasi dari sekolah. Lho, memangnya kenapa? Kamu melanggar peraturan sekolah ya? Duh, bukan soal itu guys! Aku baru saja mengikuti sebuah Acara Pelatihan Mendongeng Bagi Forum Anak Kota Depok Tahun 2017 pada hari Senin, 06 November 2017. Pembicaranya adalah Kak Resha Rashtrapatiji dan Bunda Elly Farida, istri dari Bapak Walikota Depok.

Aku mengikuti pelatihan itu bersama dua orang siswi dan seorang guru mewakili sekolah. Ada Tasya dan Keisha dari kelas 8, serta Bu Erni seorang Ketua Pelaksana GLS. Acara Pelatihan itu diadakan di gedung Wisma Hijau Kampus Diklat Bina Swadaya yang terletak di JL.Mekarsari Raya No.15, Cimanggis Kota Depok.

Jam 07.58 aku sampai di sana bersama rombongan. Begitu sampai, kami langsung mengisi daftar absen. Peserta murid mendapatkan tas dan sebuah pamflet “Kota Ramah Anak” atau KRA. Setelah itu para peserta yang sudah datang dipersilakan untuk coffe break dahulu sambil menunggu peserta yang lain datang. Aku, Tasya, Keisha dan Bu Erni berfoto dahulu untuk dokumentasi. Oh ya, kami (aku, Tasya, Keisha) mengambil tempat duduk di depan. Di tempat duduk kami sudah tersedia pulpen dan notes catatan bertuliskan Wisma Hijau.

Sebelum aku mengikuti Pelatihan ini, aku sama sekali belum tahu siapakah itu seorang Kak Resha Rashtrapatiji? Beruntung ada penjelasan di layar Infocus yang dipakai untuk presentasi. Kak Resha merupakan seorang Edutainer, Traveller, full time dad, dan seorang presenter di acara “Jejak Rimba” di channel MNC TV. Meskipun saya yakin pasti ia lebih dari itu. Oh ya, untuk kalian yang belum tahu apa itu Edutainer berdasarkan penjelasan darinya, Edutainer adalah orang yang menggabungkan edukasi dan intertaiment. Dan jangan salah sangka kalau Kak Resha seorang perempuan, karena melihat namanya ya. Meskipun rambutnya gondrong (enggak ada hubungannya sih hehehe:v), dia merupakan ayah dari seorang anak perempuan dan laki-laki.

 

IMG_20171106_075336

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dalam ruangan dipimpin oleh seorang siswi SMA bernama Sabrina. Dan berdoa oleh seorang siswa SMA yang aku lupa namanya. Setelah itu Kak Resha membuka acara dengan menayangkan sebuah video mengenai sedikit kegiatan yang dilakukannya. Mulai dari naik gunung, mendongeng anak SD, sampai menjadi pembicara di acara-acara seperti ini.

Kak Resha memberitahu mengenai tujuan dari acara ini diadakan. Yaitu mengajari anak tata cara mendongeng, public speaking, dan membangun komunikasi efektif. Kak Resha juga memberi sebuah alamat website apabila kita ingin mengetahui lebih banyak mengenai materi yang dibawakannya. Kalian bisa mengeceknya di www.dongeng.net atau bisa mengunjungi akun instagramnya, @kakresha.

IMG_20171106_083351

Baru memulai acara, kami sudah disuguhi oleh game penyegar otak. Yaitu bisa mengumpulkan 10 nama peserta selain peserta yang satu sekolah dengan kita. Disertai dengan hobi dan warna favorit. Waktu yang diberikan hanya 15 menit. Ketika waktu tinggal 5 menit aku berhasil mendapat enam nama peserta beserta perintah lainnya.

Ada satu prinsip Kak Resha yang aku suka. Semacam moto untuk selalu berani berbuat, yang positif tentunya. Yaitu, “Kalian boleh salah tapi jangan bodoh” Karena setelah salah kita bisa belajar untuk menjadi benar. Kalau salah bisa diperbaiki, tapi kalau sudah bodoh akan sulit memperbaikinya lagi. Setiap Kak Resha akan meminta ada yang maju untuk membacakan hasil kerjanya, pasti ia selalu mengatakan kalimat itu.

Lalu kami disuruh berkelompok dengan peserta lain dan menuliskan nama kelompok, keistimewaan kelompok, yel-yel dan logo atau bendera kelompok. Tanpa disuruh hampir setiap kelompok menceritakan filosofi dari nama dan logo kelompok yang juga sangat unik-unik dan kreatif. Ada beberapa kelompok yang aku sangat suka karena kreatif dan keren. Yaitu kelompok Arka Swara, NABER Squad (aNAk BERkreasi), dan satu kelompok yang aku lupa namanya tapi aku ingat sekali anggotanya merupakan anak-anak SMA dari Forum Anak Kota Depok. Logonya berupa cahaya yang berbentuk seperti jarum kompas.

Kelompokku sendiri bernama Pelangi dan hasil gambarnya sedikit abstrak dan bebas tapi punya arti. Aku menggambar pelangi sebagai logonya dengan awan dan tentu hujan.  Lantas ada sedikit catatan kecilku, “Sehabis Hujan Mimpi, kami akan berkreasi dari berjuta imajinasi.” Mungkin sedikit kurang nyambung, tapi ada filosofi yang nyambung dengan logonya. Yaitu setelah merajut banyak mimpi, yang sangat banyak hingga tak bisa dihitung layaknya air hujan yang turun. Pelangi bisa diartikan sebagai imajinasi. Dan oh ya, ada temanku yang menggambar rumput di bawahnya dan itu diartikan sebagai hasil kreasi kami. Bingung? Begini rumput bisa subur karena turunnya air hujan. Bila kemarau, rumput akan kering dan layu sebab sedikit air hujannya.

Kita bisa berkreasi karena didorong semangat dari “Hujan” mimpi kita dan imajinasi yang menghasilkan ide. Tak ada hujan tak ada pelangi. Tak ada mimpi tak ada imajinasi. Karena tidak ada hujan, rumput akan kering. Karena tidak ada mimpi yang menghasilkan ide dan imajinasi, kami tak bisa berkreasi.

Setelah semua kelompok selesai presentasi, para peserta kembali mendapatkan materi. Entah karena memang terbawa suasana atau karena kursinya saja, rasanya sedang kuliah dan dosennya adalah Kak Resha. Yang membuat para peserta nyaman adalah, cara Kak Resha menerangkannya mudah dimengerti. Dan ia tak hanya diam dalam satu posisi saja tapi mengelilingi ruangan. Intinya di pelatihan itu kami dibuat santai dan tidak harus selalu serius.

Dari hasil presentasi tersebut, Kak Resha mengatakan ada beberapa catatan dalam berkomunikasi. Yaitu, Posisi dan Suara. Bila sedang berbicara dengan orang banyak, kita tidak boleh membelakangi. Jadi kita harus mengambil posisi yang pas dan efektif dalam berkomunikasi dari pihak kita maupun lawan bicaranya, itu untuk posisi.

Di presentasi kemarin juga Kak Resha mengajarkan supaya suara tidak pecah, mic ditaruh di dagu jangan di depan mulut. Ada beberapa yang tanpa mic suaranya sudah lantang, ada yang meski sudah pakai mic suaranya masih terdengar kecil. Oh ya, bila pembukaan kita mulai dengan lantang atau sedikit kejutan, itu akan berpengaruh pada perhatian yang melihat. Jadi bagaimana penonton memperhatikan itu tergantung bagaimana kita menarik perhatian mereka dari awal.

Di sana kami tidak selalu fokus terus menerus pada materi. Terkadang diselingi oleh cerita-cerita pengalaman yang dialami Kak Resha. Salah satunya saat ada empat orang dewasa “ditampar” oleh sebuah pertanyaan dari seorang anak kecil berumur empat tahun. Jadi suatu hari, mereka tengah dalam perjalanan untuk naik gunung. Seorang teman Kak Resha membawa anaknya yang masih berumur empat tahun. Di saat sedang asyik mengobrol sambil bercanda, tiba-tiba anak itu bertanya pada ayahnya apa pekerjaan ayahnya. Karena ayahnya bekerja menjadi semacam teknisi, dijawab teknisi. Dan saat itulah seorang anak kecil berumur empat tahun menampar empat orang dewasa yang sedang bersamanya. Anak itu bertanya, ayah suka naik gunung kok kerjanya teknisi. Dan apa cita-cita ayahnya sekarang. Sebagian dari mereka melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai dan stak di situ tidak ada niat untuk merubah sesuai jalan yang diinginkan.

Terkadang orang yang sudah dewasa tidak memiliki cita-cita. Yah semisalnya guru, mungkin niatnya yang utama bukan menjadi seorang guru. Tapi karena sudah terlanjur bergelut di bidang ini, mereka berpikir ya sudahlah selesai sampai di sini. Dalam arti tidak memiliki niat untuk bercita-cita. Kalau sudah dapat pekerjaan ini, ya sudah melakukan pekerjaan itu sampai dapat yang lebih baik sekalipun tidak disukai dan menelantarkan hal yang kita suka.

Misalnya saja aku. Aku sangat menyukai Sastra dan IPA. Tapi kemampuanku di bidang IPA kurang mantap untuk bisa ditekuni, meskipun pasti bisa bila aku bisa lebih serius lagi. Aku lebih tertarik ke Sastra karena selain suka membaca buku aku juga suka merangkai kata menjadi puisi. Ataupun merekatkannya menjadi cerita. Aku bertekad akan terus punya cita-cita hingga tua. Aku bahkan sudah menuliskan apa saja yang kuinginkan nanti. Tapi, untuk sekarang kita belum bisa membahas itu ya teman-teman! Soal cita-cita kita bahas nanti sepuas-puasnya di tulisanku yang lainnya.

Kak Resha bertanya apakah arti Pohon? Pohon itu sebenarnya apa sih? Kalau melihat dari cara jawab para peserta yang berbeda-beda, itu menunjukkan pemikiran peserta yang berbeda-beda. Ada yang menjawab hingga detail, ada yang menjawab dengan seadanya. Kalau bagi Kak Resha, Pohon itu sama dengan memohon. Mungkin karena bunyi akhiran yang mirip

Kalau menurut pemikiranku, maksudnya adalah ketika kita menanam pohon sama saja kita menanam harapan dan keinginan kita. Seperti perasaanku setiap melihat tunas yang mulai keluar dari bibit yang kutanam. Aku terus berharap tunas itu tumbuh dan terus tumbuh, itu sama saja harapanku bukan? Yah setidaknya itu menurutku, entah kalau menurut Kak Resha dan kalian bagaimana.

Setelah itu kami istirahat siang. Atau kalau menurut istilah anak sekolah, ishoma (Istirahat, Sholat, Makan). Karena dalam satu kelompok perwakilan sekolah sedang halangan semua, kami langsung turun ke bawah untuk makan. Banyak yang sudah turun duluan dan mengambil tempat duduk. Sebenarnya aku mau foto-foto dulu di luar karena kelihatannya latar tempatnya bagus-bagus. Hijau, unik, Aestetic.

Makan siang kami prasmanan atau mengambil sendiri. Ada es buah juga dan air putih yang sudah disediakan di gelas-gelas setiap meja. Ruang makan ini terasa nyaman karena pencahayaannya berasal dari jendela dan pintu-pintu tembus pandang. Dan tidak mungkin ada yang tidak mendapat tempat karena meja yang disediakan cukup banyak meskipun kami digabung dengan para staf lain. Setiap ada piring atau gelas kotor langsung dibersihkan dari meja. Intinya kami makan siang dengan nyaman.

Setelah makan, kami foto-foto di luar. Untung yang tadinya hujan sekarang sudah reda. Aku baru menyadari kalau tempat ini sangat luas. Mungkin karena saat berangkat agak buru-buru hingga tidak memperhatikan dengan baik. Setelah puas kami masuk ke gedung Wisma Hijau dan naik ke ruangan tempat pelatihan tadi. Iseng-iseng kami pergi ke toilet luar yang ada di atas. Dan aku semakin dikejutkan dengan kehijauan tempat ini. Toiletnya bersih dengan wastafel di depan. Pagar teras pun dihiasi beberapa tumbuhan. Jadi meskipun lorong ini agak sempit tapi terasa rapi dan hijau. Ah, lagi-lagi hijau. Aku pikir hanya UI (Universitas Indonesia) yang punya tempat sehijau ini di Depok.

Nah, penasaran enggak kelanjutan ceritaku ini? Pengen tahu dong apa yang kami lakukan lagi setelah istirahat makan siang? Ada seseorang lho yang datang ikut menjadi pembicara di acara pelatihan ini! Mau tahu kan siapa orangnya? Aku kasih petunjuk deh! Yang pasti beliau perempuan dan aku sempat menyebut namanya di pembukaan tadi.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau membaca isi blogku hingga titik terakhir. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisanku. Aku akan sangat senang bila kalian mau menyampaikan kritik dan saran lewat Email ataupun langsung di kolom komentar. Tentu itu akan sangat membantuku untuk membuat tulisan selanjutnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah Kuartanegara

[Review Film] Duka Sedalam Cinta By Helvi Tiana Rosa

IMG_20171009_154703_345

Assalammualaikum Wr Wb,

Halo guys! Apa kabarnya nih? Sudah lama banget nih aku enggak posting blog. Sebenarnya sudah bertumpuk tulisan, tinggal ngepostnya saja nih yang harus lebih rajin lagi.

Film Duka Sedalam Cinta sudah dirilis sejak 19 Oktober 2017 kemarin! Duh, jangan bilang kalian belum tahu itu film apa. Dan sst, jangan ribut bertanya-tanya film itu seru enggak, pemainnya terkenal enggak, bagus ditonton enggak. Karena aku akan menjelaskan semua di lagi-lagi paragraph selanjutnya, hehehe. Dan janji ya, sehabis membaca tulisanku ini kalian mau menonton film Duka Sedalam Cinta atau Ketika Mas Gagah Pergi 2 itu! Hayo, kalau sudah janji jangan lupa ditepati!

Aku baru tahu kalau ada film berjudul Duka Sedalam Cinta, di saat mengikuti sebuah acara bedah buku dan filmnya. Saat aku iseng-iseng melihat akun instagram para pemain dan produsernya yang ketjeh, @helvytianarosa aku langsung merasa sangat tertarik. Apalagi melihat trailer filmnya yang aduhai. Begitulah pepatah berkata, tak kenal maka tak sayang. Ketika aku mulai kenal film Duka Sedalam Cinta dan para krunya, aku langsung jatuh sayang!

Bahkan banyak pengalaman seru yang saya alami karena film Duka Sedalam Cinta. Baik sebelum menonton dan sesudahnya. Salah satu yang paling bikin saya greget adalah saat ikut giveaway yang diadakan official film Duka Sedalam Cinta. Itu merupakan giveaway pertamaku, dan benar-benar aku lakukan sendiri tanpa diketahui keluargaku. Meskipun waktu itu tidak menang, tapi aku tetap bahagia mengingat perasaan gelisah, deg-degan, dan tertantang saat mengikuti giveaway itu. Karena Duka Sedalam Cinta juga aku merasa jiwa sastraku (eaaa jiwa sastra:v) semakin terbakar oleh semangat untuk berkarya.

Dan produser film Duka Sedalam Cinta harus bertanggung jawab atas apa yang kurasakan sebelum menonton Duka Sedalam Cinta Movie. Rupa-rupanya para kru sangat cerdik mempromosikan film KMGP 2 itu. Mereka membuat aku ikut berDuka Sedalam Cinta menunggu ditayangkan film itu!

Mulai dari cemas karena dibatalkannya janji nobar hari pertama dengan teman, dan aku cemas takut tidak bisa menonton film itu. Bahkan sempat ada niatan untuk nonton sendiri, nekat! Untungnya ada seorang abang baik hati yang mau menemani aku nonton di hari ketiga. Sst, jangan salah paham abang ojek online ya. Aku diantar abangku paling besar. Terharu banget, brother mana sih yang mau menemani adiknya menonton saat brother-brother lain sibuk malmingan? My elder brother is the best! Akhirnya aku bisa menjalankan petuah Mas Gagah, yaitu jangan menonton sendirian. Serius!

IMG_20171022_163842_956

Dok. pribadi

Dan untuk para ibu-ibu zaman now, enggak perlu khawatir pada isi film ini bagus ditonton anak-anak atau enggak. Aku bisa jadi bukti nyatanya. Film ini bagus banget banget banget! Apalagi untuk pendidikan karakter anak, T-O-P-B-G-T! Dan jangan terkecoh pada judulnya, Cinta maknanya itu banyak kan? Kata Bunda Helvy Tiana Rosa, hehehe. By the way, namaku sama dia mirip-mirip dikit lho. Ada ros-rosnya kan? Hehehe, mirip-miripin aja deh! Semoga aku bisa jadi penulis yang bagus seperti Bunda Helvy Tiana Rosa dan penulis lainnya, Aamiin.

Film Duka Sedalam Cinta juga sangat anti-mainstream, berbeda dengan film-film lainnya. Alurnya sulit ditebak, tapi filmnya mudah dimengerti. Kapok juga sih aku sok-sokan menebak alurnya, tapi kalau nonton filmnya enggak. Penasaran kan? Kalau penasaran, hayuk segera booking tempat di salah satu bioskop terdekat yang menayangkan!

Duka Sedalam Cinta Movie bercerita tentang kepergian Gagah ke sebuah pulau untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya. Karena suatu kecelakaan yang memberikannya banyak pelajaran dan pertemuan dengan orang-orang baru, Gagah harus tinggal lebih lama di pesantren milik Kyai Gufron. Dik Manis Gita sampai khawatir menunggu kepulangan Mas Gagahnya.

Sekembalinya ke rumah, segalanya berubah. Dik Manis Gito eh Gita sampai ribut sendiri dan memberi jarak dengan Mas Gagah. Hubungan mereka yang dulu akrab, apalagi sejak Ayahanda tiada, kini merenggang. Beruntung, karena pertemuan dan mengalami sebuah peristiwa dengan Mas Fi Sabilillah a.k.a Yudhistira, Gita merasa takut kehilangan Mas Gagahnya. Dia pun menyerah dan berbaikan dengan Mas Gagah. Tapi, lagi-lagi kita dikejutkan oleh film tersebut.

Ketika Gita memutuskan berhijab, sebuah musibah menimpa Mas Gagah. Di saat itulah Duka memeluknya seerat Cinta. Perasaan kalian akan diombang-ambing oleh scene yang menurutku akan terus diingat. Dik Manis Gita berharap Mas Gagahnya tidak akan mengingkari janji saat mereka berbaikan. Tapi, mau dikatakan apa lagi kita tak akan pernah satu*eh jadi nyanyi. Mau dikatakan apa lagi, Gita tidak bisa melawan takdir. Realita menabraknya keras-keras di saat ia tengah berekspetasi. Harapan telah sirna, tapi kenangan akan selalu ada menemaninya.

Film ini bercerita tentang mereka. Bukan hanya tentang Mas Gagah, Dik Manis Gita, Nadya, ataupun Mas Fi Sabilillah. Tapi film ini tentang mereka semua, yang memang berada dalam satu garis hidup yang sama dan ada maksud dari pertemuan mereka. Dan mereka sudah ditakdirkan oleh Allah untuk bersama.

Film berlatar sebuah pulau nan indah di Halmahera ini juga akan membuatmu terpukau dengan keindahan alam Indonesia. Apalagi yang hobi travelling, bakal mendapat rekomendasi pulau keren deh untuk dikunjungi!

Dua jam yang begitu berarti buatku, meski terasa sangat cepat. Rasanya hanya setengah jam berada di sana. Bahkan ketika motor yang telah membawaku ke bioskop ini telah melaju lagi di tengah malam, hatiku masih tertinggal di film itu. Film yang membuatku sangat kagum. Film yang para aktor dan aktrisnya begitu ramah dan mau nonton bareng dengan para penontonnya. Film yang keuntungannya akan disumbangkan sebagian untuk pendidikan anak-anak di Indonesia bagian timur. Film yang membangkitkan semangatku untuk menulis dan terus menulis lagi. Film yang membuatku menemukan arti cinta yang lain. Film itu adalah Duka Sedalam Cinta Movie.

Tak terasa sudah tiga halaman lebih kutulis di sini. Jujur inilah salah satu keuntungan mempunyai blog yang paling kusuka, tidak ada batasan minimal atau maksimal dalam menulis. Kita berkarya tanpa batasan. Kita yang punya banyak profesi bisa menulis di blog juga. Kita bisa membantu orang lain dengan informasi yang kita punya tanpa harus berkenalan dahulu. Karya kita akan terus dikenang, entah di barisan kolom pencarian google atau dokumen tersendiri. Karena kita adalah blogger, dan saya bangga akan itu.

Terima kasih banyak untuk Aa Reza yang sudah menemani saya nobar Duka Sedalam Cinta Movie. Terima kasih untuk produser sekaligus penulis yang sudah membuat film yang sangat bagus, terus berkarya dan berikanlah kami para remaja tontonan yang baik. Terima kasih tak terkira untuk Bunda Helvy Tiana Rosa, kalian semua bisa mengecek tulisan-tulisannya yang sama baiknya dengan orangnya di https://sastrahelvy.com/. Atau bisa juga di akun instagramnya, @helvytianarosa.

Terima kasih untuk para aktor dan aktris yang sudah menghidupkan peran yang dimainkan. Hamas Syahid sebagai Mas Gagah, Aquino Umar sebagai Dik Manis Gita, Izzah Ajrina sebagai Nadya, Asma Nadia sebagai ibunya Nadya, Masaji Wijayanto sebagai Mas Fisabilillah a.k.a Yudhistira, Salim A.Fillah sebagai Kyai Gufron, Wulan Guritno sebagai ibunya Gagah dan Gita. Sukses selalu dan terus semangat membantu produser seperti Bunda Helvy untuk menghasilkan film-film baik tanah air. Terima kasih untuk para kru yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Yang telah membantu pembuatan film secara langsung dan tidak langsung.

Dan terima kasih untuk para pembaca yang selalu setia menunggu hasil tulisan saya. Kritik dan saran sangat saya harapkan agar bisa membuat tulisan yang lebih berkualitas lagi. Mau dikolom ataupun Email saya langsung saya terima dengan senang hati. Apalagi bila ada yang ingin berkenalan dan saling blog walking.

Dan lagi, buat kamu-kamu yang lagi membaca tulisan ini dukung yuk Duka Sedalam Cinta Movie agar jangan sampai turun layar dengan cara nobar dengan siapa saja, asal jangan sendirian. Petuah Mas Gagah harus diinget ya guys. Dan kalau sudah dapat bangku di bioskop, jangan lupa beli tisu dulu supaya baju yang lagi dipakai enggak jadi sasaran “hujan” air mata. Setelah itu tunggu filmnya diputar, lalu bersiaplah kalian dibuat berDUKA SEDALAM CINTA!

IMG-20171021-WA0011

jadwalfilmDSC

Sampai juga lagi nanti!

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Ross Roudhotul Jannah Kuartanegara